Seorang ibu rumah tangga berinisial AS (24) meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan berat oleh suaminya, IS (28). Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (30/5/2026).
Penganiayaan ini diduga kuat dipicu oleh perilaku seksual menyimpang (sadisme) yang diidap oleh pelaku. IS diketahui memiliki kebiasaan melakukan kekerasan fisik terlebih dahulu terhadap korban sebelum melakukan hubungan intim.
Pada malam kejadian, tindakan kekerasan pelaku berjalan di luar kendali hingga mengakibatkan korban mengalami luka lebam parah dan meninggal dunia. Pelaku juga sempat memandikan dan merawat jasad istrinya selama 2 hari berharap korban hidup lagi
"Pelaku sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut," kata Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).
Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di rumahnya BTN Griya Resky Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Konsel pada Sabtu (30/5) malam. Saat ditemukan, terdapat sejumlah luka lebam pada bagian wajah dan lengan korban.
"Dari hasil penyelidikan awal ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujarnya.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah menerima informasi dari masyarakat. Pelaku pun langsung ditangkap tidak lama setelah mayat korban ditemukan.
"Pelaku mengakui telah melakukan kekerasan terhadap korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ungkap Welliwanto.
Pelaku melakukan penganiayaan dengan menginjak tangan korban dalam posisi terbaring. Pelaku lalu menendang tangan korban hingga tidak bisa digerakkan.
Polisi menyebut aksi kekerasan terjadi secara berulang sebelum korban meninggal. Korban juga sempat mengeluhkan sakit setelah mengalami penganiayaan tersebut.
Setelah mengetahui korban tidak lagi bernyawa, pelaku masih berupaya membangunkan istrinya. Pelaku juga sempat membersihkan tubuh korban dan mengganti pakaiannya.
"Pelaku mengaku sempat membersihkan korban dan berharap korban masih bisa hidup kembali," tuturnya.
Aksi penganiayaan dipicu rasa cemburu pelaku terhadap korban,dan kebiasaan seks menyimpang ,Polisi menyebut pelaku mengaku curiga korban memiliki hubungan dengan pria lain,sumber lain juga menyebutkan Pelaku diketahui memiliki kebiasaan melakukan kekerasan fisik terlebih dahulu terhadap korban sebelum melakukan hubungan intim.
"Pelaku cemburu dikarenakan korban seringkali berselingkuh dengan lelaki lain," ungkap Welliwanto.
Saat ini polisi masih melengkapi alat bukti termasuk hasil visum dan autopsi dari RS Bhayangkara Kendari. Penyidik juga masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal
----------
Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗
Video Atau Gambar Dokumentasi :
1. Dokumentasi
2. Dokumentasi
3. Dokumentasi
Yang Mau Traktir :
Bisa Ke SeaBank : 901251998046
