Berdasarkan informasi yang dihimpun ENews Indonesia dari sejumlah sumber di lapangan, konflik bermula saat keluarga Ansar memarkir sepeda motor di bahu jalan di kawasan Pasar Palattae hingga mengganggu pengendara lain.
Petugas pasar kemudian menegur keluarga Ansar. Teguran tersebut memicu cekcok antara petugas pasar dan ayah Ansar. Namun, perselisihan saat itu berhasil dimediasi dan diselesaikan secara damai.
Seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan, persoalan tersebut sempat dianggap selesai setelah dilakukan mediasi.
"Awalnya parkir motornya di tengah jalan sampai bikin macet. Petugas pasar menegur, lalu sempat cekcok dengan keluarga Ansar. Waktu itu sudah didamaikan dan dianggap selesai," ujar sumber kepada ENews, Minggu (31/5/2026).
Berita Lainnya Kajati Sulsel Berikan Restorative Justice Tersangka Pencurian dalam Keluarga di Wajo Namun, beberapa hari setelah kejadian tersebut, situasi kembali memanas. Ansar bersama sejumlah rekannya dalam keadaan mabuk minuman keras diduga mendatangi rumah keluarga petugas pasar yang sebelumnya terlibat cekcok.
Menurut sumber yang sama, rombongan tersebut diduga membuat keributan dan berteriak-teriak di sekitar rumah warga.
"Mereka (Ansar dan kawan-kawan. Red) datang ke rumah petugas pasar yang menengur ayahnya, teriak-teriak dan mengamuk di depan rumah dalam keadaan mabuk. Penghuni rumah sempat menasihati agar pulang, tapi suasana sudah panas," katanya.
Setelah itu, Ansar bersama rekan-rekannya kembali ke kawasan tokonya di Pasar Palattae. Informasi yang diperoleh menyebutkan, setelah mendengar kedatangan Ansar di rumahnya, Juna yang merupakan adik petugas pasar kemudian datang ke toko milik Ansar untuk mengklarifikasi kejadian tersebut pada Sabtu (30/5/2026) malam.
Namun setibanya di lokasi, Juna diduga menjadi korban pengeroyokan oleh Ansar bersama beberapa rekannya. Akibat insiden itu, Juna mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan setempat.
"Juna datang untuk bertanya dan klarifikasi soal keributan itu. Tapi di sana justru terjadi pengeroyokan hingga dia harus dibawa ke puskesmas," ungkap sumber tersebut.
Beberapa menit setelah kejadian pengeroyokan, situasi kembali berubah. Di tengah keramaian, Ansar tiba-tiba menjadi korban penikaman oleh seorang pria yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Korban mengalami luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis.
"Setelah Juna dibawa ke rumah sakit, tidak lama kemudian di tengah keramaian. Sampai sekarang kami a pelakunya," ujar sumber.
Pasca penikaman, suasana di Palattae sempat memanas. Sejumlah warga mendatangi lokasi perawatan korban sehingga aparat kepolisian melakukan pengamanan untuk mencegah bentrokan susulan.
Personel Polsek Kahu yang dibantu Polsek Patimpeng, Bontocani, dan Kajuara diterjunkan ke lokasi. Selanjutnya, personel Sat Intelkam Polres Bone mengevakuasi Ansar ke RSUD Tenriawaru Bone guna mendapatkan perawatan lebih lanjut sekaligus memudahkan proses penyelidikan.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut, termasuk mengidentifikasi pelaku penikaman, memeriksa dugaan pengeroyokan terhadap Juna, serta mengungkap motif pasti yang melatarbelakangi bentrokan berdarah tersebut.
Belum ada keterangan resmi dari Polres Bone mengenai status hukum para pihak yang terlibat maupun kondisi terkini kedua korban. Seluruh keterangan dalam laporan ini masih berdasarkan informasi awal dari sumber di
----------
Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗
Video Atau Gambar Dokumentasi :
1. Dokumentasi
Yang Mau Traktir :
Bisa Ke SeaBank : 901251998046 lapangan dan menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
