Korban diketahui bernama Nadya Dwi Ramadhany (21), salah seorang mahasiswi Fakultas FKIP PGSD di Universitas Mataram (Unram) asal Dusun Bage Pungkur, Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat.
Penemuan mayat pada Minggu malam (17/5) sekitar pukul 21.00 WITA itu berawal dari kecurigaan rekan korban, Karelleta Rawi Beauty (22), yang mendatangi kos korban. Sejak pagi korban tidak bisa dihubungi. Nomor ponselnya tidak aktif.
Karelleta mengaku terakhir berkomunikasi dengan korban pada Sabtu dini hari (16/5) sekitar pukul 02.00 WITA melalui WA saat dirinya masih berada di Jakarta. Setibanya di Lombok pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 WITA, ia kembali mencoba menghubungi korban, namun tidak mendapat respons.
Karena khawatir, sekitar pukul 21.00 WITA, saksi bersama sepupunya mendatangi kos korban. Namun saat pintu kamar diketuk, tidak ada jawaban. Tetangga kos menyebut tidak melihat aktivitas korban, lampu kamar dalam keadaan mati, dan sepeda motor korban yang biasa terparkir di depan kamar juga tidak terlihat.
Saksi kemudian sempat kembali, sebelum akhirnya datang lagi bersama beberapa temannya. Saat itu, saksi mencoba mengintip ke dalam kamar melalui ventilasi menggunakan senter. Dari celah tersebut, korban terlihat terbaring terlentang hanya mengenakan pakaian dalam, serta tercium bau tidak sedap. “Melihat kondisi itu, kami langsung melaporkan ke kepala lingkungan,” ujar Karelleta.
Saksi lainnya, Wine Arnija (23), mengungkapkan terakhir bertemu korban pada Jumat malam (15/5) sekitar pukul 21.00 WITA saat korban membeli voucher internet. Ia juga mengaku mulai mencium bau tidak sedap dari arah kamar korban pada Minggu malam sekitar pukul 19.20 WITA.
Sementara itu, Kepala Lingkungan Gomong Sakura H. Muhammad Bahaudin (51), menyebut dirinya sempat berkeliling wilayah pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA dan melihat kondisi kamar korban gelap serta sepeda motor korban tidak berada di tempat.
Mendapat laporan, pihak kepolisian dari Polsek Selaparang langsung turun ke lokasi. Sekitar pukul 23.30 WITA, tim yang dipimpin Kapolsek Selaparang IPTU Zulharman Lutfi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil olah TKP awal, korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas kasur, dengan kepala mengarah ke utara dan kedua kaki dalam posisi menekuk. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya laptop, charger, casing ponsel warna merah muda, jilbab, serta celana panjang warna hitam. Sekitar pukul 00.30 WITA, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda NTB untuk penanganan lebih lanjut dan disimpan di ruang pendingin.
Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban. “Kami sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, memasang garis polisi, serta mendata saksi-saksi,” ujarnya, Senin (18/5).
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban karena masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Namun muncul dugaan, korban diduga dibunuh. Hanya saja, pihak kepolisian belum bisa menjelaskan secara detail. “Kami belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Saat ini lokasi sudah diamankan dan sejumlah barang bukti juga telah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan,” katanya.
Adapun, di balik peristiwa nahas itu, korban diduga kehilangan motor, ponsel, laptop dan barang berharga lainnya. Karena barang yang dipastikan milik korban sudah tidak ada di TKP. “Hingga saat ini kami masih proses pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi, belum dapat dilakukan karena masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga korban,” tutupnya.
----------
Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗
Video Atau Gambar Dokumentasi :
1. Dokumentasi
2. Dokumentasi
Yang Mau Traktir :
Bisa Ke SeaBank : 901251998046
