Masalah ekonomi dan habis cekcok dengan istri, pedagang Cilok Ingin l̶̸°̶̸m̶̸p̶̸^̶̸t̶̸ dari jembatan, beruntung digagalkan warga


Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Manonjaya Polres Tasikmalaya Kota memastikan bahwa motif utama di balik percobaan bunuh diri tersebut dilatarbelakangi oleh tekanan ekonomi yang memicu konflik rumah tangga.

Kapolsek Manonjaya, AKP Soni Alamsyah, mengungkapkan bahwa pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang cilok di Alun-Alun Manonjaya tersebut mengalami depresi karena beban hidup yang berat. Sebelum nekat menuju jembatan perbatasan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis tersebut, pelaku dilaporkan sempat terlibat cekcok hebat dengan istrinya.

"Jadi kronologisnya itu, malemnya kan tiap hari dia jualan cilok di alun-alun manonjaya, karena beban hidup dan lain-lain, jadi mentalnya kurang kuat, jadi sama istrinya suka cekcok," ujar AKP Soni Alamsyah, Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan keterangan sang istri kepada pihak kepolisian, suaminya belakangan ini kerap pulang larut malam dalam kondisi mabuk akibat pengaruh minuman keras bersama teman-temannya. Sepulang mengonsumsi minuman beralkohol, pria tersebut biasanya sering mengamuk di dalam rumah.

"Kata istrinya, biasanya katanya pak kalau pulang malam teh suka ada yang bawa main temannya, suka mabuk-mabukan, nah tadi malem pulang ke rumah, sama mabuk," kata Kapolsek menirukan ucapan istri pelaku.

Puncak amukan pelaku terjadi pada Selasa pagi hingga merusak fasilitas rumah dan memecahkan kaca. Dalam kondisi frustrasi, pria tersebut berteriak bahwa hidupnya sudah tidak berguna lagi dan berniat mengakhiri hidup di Jembatan Cirahong.

"Biasanya suka amuk-amukan kalau sudah beres mabuk teh, nah tadi pagi-pagi lebih dari kemarin ngamuknya. Kaca pada pecah, segala dibanting diacak-acak barang barang di rumah, setelah itu, pria tersebut bilang ah hidup juga sudah tidak berguna, ah mau bunuh diri aja ke cirahong terus berangkat ke cirahong pakai motor," tutur AKP Soni.

Pelaku kemudian memacu sepeda motornya menuju jembatan peninggalan Belanda tersebut. Setibanya di lokasi, ia menghentikan kendaraannya tepat di tengah bentangan jembatan lalu duduk termenung sembari menangis. Beruntung, aksi tersebut diketahui oleh ibu kandungnya yang langsung membuntuti pelaku dari rumah untuk meminta pertolongan warga.

"Nah, si pria itu berhenti di tengah jembatan, bengong nangis duduk di tengah, kelihatan sama ibunya karena ibunya sedang di sana, ibunya nyusul ke sana minta pertolongan ke warga dengan cara berteriak. Nah masyarakat di sana langsung kompak menangkap, si pria itu ngamuk gak bisa diregang," jelasnya.

Mendengar teriakan darurat itu, masyarakat setempat dengan kompak langsung menyergap dan mengamankan pria tersebut meski sempat mendapatkan perlawanan sengit. Untuk mencegah tindakan yang membahayakan keselamatan jiwanya, warga terpaksa mengikat tangan pelaku menggunakan tali plastik (rapia) kuning serta mengikat bagian kakinya, sebelum akhirnya mengevakuasi pelaku kembali ke rumah

Aksi penyelamatan heroik oleh warga ini sempat mendadak viral di sejumlah platform media sosial Facebook melalui unggahan beberapa akun seperti Pedagang Bandros dan Miftah Alzifa yang membagikan foto serta video situasi pasca-kejadian di sekitar warung pinggir Jembatan Cirahong. Dalam visual yang beredar, tampak pelaku yang mengenakan jersi olahraga hitam kombinasi merah-putih terduduk lemas di tanah sembari dirangkul oleh seorang wanita paruh baya berkaus putih

"Pria itu kakinya diikat tali, dibawa ke rumahnya. Pas di rumah ditanya kenapa, ah katanya hidup saya sudah tidak berguna mending mati biar gak punya beban. Saya ke sana sama anggota, saya tanya kenapa, dia ngaku sudah gelap, sudah gak kuat katanya. Sama saya dikasih tau, diberikan wejangan ya alhamdulillah dia sadar Intinya masalah ekonomi ya," pungkas Kapolsek.

----------

Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗

Video Atau Gambar Dokumentasi :

1. Dokumentasi

2. Dokumentasi 

Yang Mau Traktir : 

Bisa Ke SeaBank : 901251998046 

Lebih baru Lebih lama