Mayat Pria ODGJ Ditemukan Membusuk di Pondok Kebun Banding Agung OKU Selatan, Warga Lapor Polisi



Korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Hingga saat ditemukan, identitas korban belum diketahui dan diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang selama ini kerap berada di sekitar lokasi.

Kapolsek Banding Agung, Iptu Wilson Hutahean menjelaskan, informasi pertama diterima pihak kepolisian sekitar pukul 09.00 WIB dari masyarakat yang melaporkan adanya penemuan mayat di pondok kebun tersebut.

"Mendapatkan laporan dari warga, anggota piket bersama Kanit Reskrim dan Kanit Intelkam langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara," ujar Iptu Wilson, Senin (8/6/2026).

Berdasarkan keterangan saksi Reflizon (31), warga Desa Air Rupik, korban sebelumnya sering berada dan beristirahat di pondok miliknya yang berada di kawasan kebun Lapangan Terbang.

Selama ini korban juga kerap diberikan makanan oleh warga sekitar karena diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Reflizon datang ke pondok tersebut dengan maksud memberikan makanan seperti biasanya.

Namun, setibanya di lokasi, ia mendapati pria tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Mengetahui kejadian itu, Reflizon kemudian menghubungi warga dan perangkat desa setempat, termasuk Edi Guswanto (62) dan Kepala Dusun III Desa Banding Agung, Yulis Siswanto (45).

Mereka bersama sejumlah warga mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban.

"Saat dilakukan pengecekan bersama, tidak ada seorang pun yang mengenali identitas korban maupun mengetahui asal-usul keluarganya," kata Kapolsek.

Tak lama kemudian, petugas Polsek Banding Agung bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Banding Agung tiba di lokasi.

Turut hadir Camat Banding Agung Taufik, dan Kepala Desa Banding Agung Apri Tomo untuk membantu proses penanganan di lapangan.

Hasil pemeriksaan medis sementara yang dilakukan tim kesehatan Puskesmas Banding Agung menyebutkan korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

Dari hasil pemeriksaan luar juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban.

"Untuk sementara hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Namun, kami tetap melakukan penyelidikan serta berupaya mencari identitas korban dan keluarganya," jelas Iptu Wilson.

Kapolsek menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres OKU Selatan serta Tim Inafis guna memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur.

Karena identitas korban tidak diketahui dan belum ditemukan pihak keluarga yang dapat dihubungi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan kepolisian akhirnya bersepakat untuk memakamkan jenazah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Air Rupik, Kecamatan Banding Agung.

Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.

----------

Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗

Video Atau Gambar Dokumentasi :

1. Dokumentasi

2. Dokumentasi

3. Dokumentasi 

Yang Mau Traktir : 

Bisa Ke SeaBank : 901251998046 

Lebih baru Lebih lama