Kronologi penemuan korban bermula ketika istri korban membangunkan tetangga sebelah rumah, kemudian tetangga yang juga petugas keamanan setempat itu melaporkan kejadian tersebut. Saat dilakukan pengecekan, ditemukan adanya luka sayatan di bagian telinga korban dan memar di setengah wajahnya. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan karena korban diduga kuat mengalami penganiayaan dengan senjata tajam sebelum meninggal .
Kejanggalan mulai terlihat ketika istri korban langsung meminta agar jenazah segera dimakamkan sebelum subuh dan tidak melibatkan pihak kepolisian.
Permintaan ini sontak menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga. Selain itu, istri korban dinilai tidak menunjukkan kesedihan yang wajar, bahkan disebut tidak menangis sama sekali. Yang lebih mencurigakan, istri korban secara tiba-tiba mengetahui bahwa luka di telinga suaminya adalah luka sayatan pisau dan tusukan, padahal warga lain yang melihat juga tidak mengetahui jenis luka tersebut .
Fakta lain yang memperkuat kecurigaan adalah hilangnya sepeda motor korban. Namun, warga sempat melihat istri korban keluar menggunakan sepeda motor sesaat setelah kejadian, kemudian kembali ke rumah naik ojek online. Suwandi, salah satu saksi, mengungkapkan kejanggalan lainnya. Jika kejadian ini diawali dengan perampokan, seharusnya ada tanda-tanda kerusakan di gerbang bengkel atau pintu masuk rumah. Padahal, tidak ada kerusakan berarti di kedua akses tersebut. Di samping bengkel juga terdapat kios yang buka 24 jam, tetapi tidak ada yang mendengar teriakan minta tolong .
Melihat berbagai kejanggalan ini, warga yang dipimpin oleh petugas keamanan setempat dan beberapa tetangga memutuskan untuk melapor ke kepolisian pada pukul 02.44. Petugas kepolisian yang datang kemudian memasang police line di lokasi kejadian dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV yang dipasang di bengkel .
Korban yang diketahui memiliki riwayat stroke ringan dan sehari-hari masih menjalankan usaha bengkel bersama satu karyawannya tersebut kemudian dibawa ke RS Margono Soekarjo sekitar pukul 06.30 untuk menjalani visum dan otopsi lebih lanjut .
Kecurigaan warga terhadap istri korban semakin menguat setelah beredar isu bahwa terdapat dua orang yang diduga terlibat dalam kasus ini, yaitu istri korban dan seorang pria yang belum diketahui identitasnya.
Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi mengatakan, saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
"Ini sedang kita lakukan penyelidikan. Kita periksa sejumlah saksi, kemudian kita juga periksa CCTV di sekitar lokasi," kata Petrus saat dihubungi wartawan, Sabtu (27/6/2026
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal dan kondisi fisik korban, polisi menemukan sejumlah tanda kekerasan yang mengarah pada dugaan pembunuhan.
"Berdasarkan hasil medis dan kita lihat dari sisi fisik luar, terdapat bekas jeratan di leher. Kemudian ada lebam di wajah sebelah kanan dan juga mengeluarkan darah," ungkapnya.
"Dari hasil itu, kita menduga kematian korban disebabkan oleh kekerasan atau pembunuhan," imbuh Petrus.
Polisi telah meminta keterangan tiga orang saksi termasuk istri korban, untuk mengungkap kasus tersebut.
"Sekitar tiga orang saksi yang sudah kita mintai keterangan, termasuk istrinya," pungkasnya.
Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.
----------
Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗
Video Atau Gambar Dokumentasi :
1. Dokumentasi
Yang Mau Traktir :
Bisa Ke SeaBank : 901251998046
Tags
CRIME
