Ayah Dan Anak Tewas, Istri Kritis Di Duga Di Bunuh Di Palu, Polisi Buru Pelaku


Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Palu, AKP Ismail, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku dan saat ini masih melakukan pengejaran.

“Identitas terduga pelaku sudah kami ketahui. Saat ini personel masih melakukan pengejaran,” ujar Ismail.

Polisi juga masih mendalami motif di balik peristiwa berdarah tersebut. Ismail mengatakan, terduga pelaku tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban. Keduanya diketahui berasal dari kampung yang sama dan bekerja sebagai karyawan di sebuah tempat pemotongan ayam.

“Hubungan keluarga tidak ada. Mereka hanya satu kampung dan sama-sama bekerja di tempat pemotongan ayam,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, beberapa jam sebelum kejadian, Jamil bersama pemilik usaha pemotongan ayam sempat mendatangi rumah terduga pelaku untuk mengambil sepeda motor. Namun, polisi belum dapat memastikan apakah hal tersebut berkaitan dengan peristiwa pembunuhan.

“Sore sebelum kejadian, korban bersama bosnya datang ke rumah terduga pelaku untuk mengambil motor. Motifnya belum bisa dipastikan karena pelaku masih dalam pengejaran,” kata Ismail.

Sementara itu, polisi menduga anak korban meninggal dunia akibat kehabisan napas setelah wajahnya ditindih menggunakan bantal. Dugaan tersebut diperkuat dengan tidak ditemukannya luka akibat senjata tajam pada tubuh balita tersebut.

Kronologi Penemuan Korban

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah seorang tetangga korban, Bahtiar (49), mendengar suara keributan dari rumah Jamil di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, sekitar pukul 22.10 WITA.

Merasa terganggu dengan suara keributan tersebut, Bahtiar kemudian mendatangi rumah korban dan menegur dari luar. Namun, suara keributan tidak kunjung mereda.

Bahtiar lalu menghubungi Ketua RT setempat, Nurhamid (44), untuk meminta bantuan. Tak lama kemudian, Nurhamid tiba di lokasi.

Saat berada di depan rumah, keduanya mendengar teriakan seorang perempuan dari dalam rumah. Perempuan tersebut kemudian diketahui merupakan Nur Hanisa, istri Jamil.

Karena pagar rumah dalam kondisi tergembok, kedua saksi kemudian membuka paksa pagar untuk masuk ke dalam rumah.

Saat memasuki rumah yang pintu depannya sudah terbuka, keduanya menemukan Jamil tergeletak dengan luka tusuk pada bagian perut.

Keduanya kemudian masuk ke salah satu kamar dan menemukan anak korban, Riski, telah meninggal dunia. Sementara Nur Hanisa ditemukan dalam kondisi terluka dan berlumuran darah.

Nur Hanisa kemudian segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta terus memburu terduga pelaku untuk mengungkap motif di balik peristiwa pembunuhan yang menggemparkan warga Kota Palu tersebut.

“Mohon doanya dari rekan-rekan media dan masyarakat agar pelakunya segera dapat ditangkap,” kata Ismail.

Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.

----------

Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗

Video Atau Gambar Dokumentasi :

1. Dokumentasi

2. Dokumentasi 

Yang Mau Traktir : 

Bisa Ke SeaBank : 901251998046 

Lebih baru Lebih lama