Korban mengaku penolakan itu kemudian berujung pada aksi teror yang berlangsung selama kurang lebih satu tahun, sejak Agustus 2025. Korban bahkan sempat memblokir seluruh akses komunikasi pelaku, tetapi teror disebut terus berlanjut dengan menggunakan nomor telepon baru.
Puncak kejadian terjadi pada kamis 23 Jul 2026. Pelaku diduga mendatangi rumah korban sambil membawa linggis, lakban,tali dan melakukan teror.
Dalam peristiwa tersebut, korban kemudian mengalami aksi penganiayaan hingga menderita luka bacok dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Saat ini, kasus tersebut telah ditangani pihak kepolisian dan pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum.
Pihak keluarga korban berharap kasus tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku agar kejadian serupa tidak kembali menimpa korban lainnya.
Warga juga diimbau untuk lebih berhati-hati dalam membagikan data pribadi, seperti alamat dan nomor telepon, melalui media sosial kepada orang yang belum dikenal.
Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.
----------
Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗
Video Atau Gambar Dokumentasi :
1. Dokumentasi
2. Dokumentasi
Yang Mau Traktir :
Bisa Ke SeaBank : 901251998046



