"Benar, ada seorang anak yang tertemper kereta api hingga meninggal dunia. Informasi sementara, korban baru pulang mengaji," kata Suprijanto, Rabu (15/7/2026).
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan korban tertemper KA 271B Airlangga relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi saat kereta melintas di KM 92+500 atau JPL Nomor 111 pada petak jalan antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama tiga orang temannya sedang dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sepeda setelah mengaji.
Saat hendak melintasi jalur rel kereta api, sebuah rangkaian kereta terlihat akan melintas dengan kecepatan tinggi. Menyadari bahaya tersebut, tiga anak yang berjalan bersama korban langsung spontan mengerem dan menghentikan laju sepeda mereka di tempat yang aman.
Namun naas, korban diduga mengalami kendala pada fungsi pengereman sepedanya. Akibat rem yang tidak berfungsi atau tidak sempat berhenti, korban tetap melaju ke arah rel dan seketika tertemper rangkaian kereta api yang sedang melintas
Usai menerima laporan, petugas KAI bersama kepolisian segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kraton, sedangkan petugas memastikan jalur rel tetap aman sehingga perjalanan KA Airlangga dapat kembali dilanjutkan tanpa mengganggu operasional kereta lainnya.
Luqman Arif menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang.
Menurutnya, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menerobos perlintasan saat sinyal peringatan berbunyi maupun ketika palang pintu mulai menutup. Selain itu, warga diminta tidak beraktivitas di sekitar jalur rel serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa.
Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.
----------
Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗
Video Atau Gambar Dokumentasi :
1. Dokumentasi
2. Dokumentasi
3. Dokumentasi
Yang Mau Traktir :
Bisa Ke SeaBank : 901251998046

