Akibat kejadian tersebut, Alimuddin mengalami luka di bagian dada yang menembus hingga mengenai tulang rusuk dan paru-paru. Selain itu ditemukan luka di dada, lengan kanan korban juga terdapat luka sedalam 1 cm. Korban meninggal di lokasi kejadian.
Sementara itu Safruddin juga mengalami luka robek 5 cm di lengan kanan, luka robek 10 cm di telapak tangan kanan, serta luka gores 3 cm pada jari telunjuk kanan.
Usai kejadian, Safruddin mendatangi kediaman Haseng, anggota Polsek Liliriaja, untuk menyerahkan diri. Saat dimintai keterangan awal, Safruddin mengaku hanya membela diri dan korban lah yang menyerang nya lebih dulu.
Tak lama kemudian, aparat dari Polsek Liliriaja dibantu jajaran Polres Soppeng, Babinsa, dan unsur terkait tiba di lokasi. Petugas melakukan olah TKP, mengamankan lokasi, mengevakuasi jenazah ke rumah sakit, serta mengumpulkan keterangan saksi.
Saat ini Safruddin telah ditahan di Polres Soppeng untuk proses hukum lebih lanjut. Kasus ini ditangani secara mendalam oleh tim gabungan Polsek Liliriaja dan Polres Soppeng.
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K membenarkan kejadian tersebut.
“Kronologinya memang karena perselisihan dengan pemilik lahan di sebelah terkait rebutan pengairan,” ujarnya. Untuk detail lebih lanjut, masyarakat diarahkan menghubungi Kasatreskrim Polres Soppeng.
Pihak kepolisian mengimbau para petani agar menyelesaikan persoalan air irigasi melalui musyawarah dengan kelompok tani dan pemerintah desa, agar kejadian serupa tidak terulang.
Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.
----------
Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗
Video Atau Gambar Dokumentasi :
1. Dokumentasi
2. Dokumentasi
3. Dokumentasi
Yang Mau Traktir :
Bisa Ke SeaBank : 901251998046
