Kapolsek Cipatat Kompol DMS Andriani Sapin membenarkan insiden tersebut. Ledakan mortir itu menewaskan tiga orang warga sipil. "Betul, kejadian tadi pagi sekitar pukul 10.30 WIB. Ada tiga korban meninggal dunia akibat ledakan mortir 81 komando," kata Andriani saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).
Andriani menyampaikan, ledakan mortir itu terjadi di samping rumah salah seorang korban. Warga yang mendengar suara ledakan langsung mendatangi lokasi dan menemukan ketiga korban tergeletak.
"Awalnya terdengar suara ledakan. Saat saksi datang ke lokasi, korban sudah tergeletak. Dua orang sudah tidak bernapas, sedangkan satu korban mengalami luka berat dan sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi akhirnya meninggal dunia," ungkap Andriani. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga mortir yang meledak merupakan proyektil yang dipungut korban dari kawasan Pusdikif Cipatat.
"Dugaan sementara seperti itu. Dari keterangan saksi, korban memang biasa memulung selongsong maupun proyektil dari area tersebut, padahal aktivitas itu sudah dilarang oleh pihak TNI," ucap Andriani. Hingga kini, aparat kepolisian bersama pihak TNI masih melakukan penyelidikan untuk memastikan asal-usul mortir yang meledak serta kronologi lengkap kejadian tersebut. Lokasi ledakan juga telah dipasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.
----------
Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗
Video Atau Gambar Dokumentasi :
1. Dokumentasi
2. Dokumentasi
3. Dokumentasi
Yang Mau Traktir :
Bisa Ke SeaBank : 901251998046
