Perkelahian pertama terjadi pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 09.25 WIB di ruang kelas VII B. Saat itu, guru matematika keluar sebentar untuk mengisi tinta spidol.
Perselisihan tersebut dipicu aksi saling mengejek hingga berujung pada perkelahian fisik. Kasus itu kemudian dimediasi pada Senin (20/7/2026) dan diselesaikan secara kekeluargaan melalui surat perdamaian yang disaksikan pihak sekolah serta aparat kampung.
Namun, perselisihan kembali terjadi pada Jumat (24/7/2026) setelah jam pelajaran berakhir. Dua siswa yang sebelumnya terlibat perselisihan di kelas sepakat untuk berduel di sebuah kebun karet di Jalan Jahe, Desa Dente Makmur.
Aksi duel tersebut disaksikan sekitar 20 siswa. Dalam perkelahian itu, salah satu pelajar mengalami patah tulang pada bagian lengan setelah dibanting oleh lawannya.
Keesokan harinya, Sabtu (25/7/2026), kedua keluarga dipertemukan dalam mediasi yang melibatkan pihak sekolah, Kepala Desa Dente Makmur, dan Kepala Desa Way Dente.
Dalam mediasi tersebut, keluarga siswa yang menjadi lawan korban menyatakan kesediaannya menanggung biaya pengobatan. Kedua belah pihak juga sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.
Meski demikian, pihak sekolah tetap memberikan sanksi kepada siswa yang terlibat. Seluruh rangkaian kejadian juga dilaporkan ke Polsek Dente Teladas sebagai langkah antisipasi agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik lanjutan maupun proses hukum.
Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Para orang tua juga diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.
----------
Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗
Video Atau Gambar Dokumentasi :
1. Dokumentasi
Yang Mau Traktir :
Bisa Ke SeaBank : 901251998046

