Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan Berujung Tragis, Dua Polisi Gugur dan Satu Masih Hilang


Peristiwa bermula pada Kamis dini hari, 2 Juli 2026, ketika tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penangkapan terhadap seorang terduga bandar narkotika. Operasi awalnya berjalan sesuai rencana dan petugas berhasil mengamankan salah satu terduga pelaku.

Namun situasi mendadak berubah ketika sejumlah anggota keluarga pelaku diduga melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam. Demi melindungi diri dan mengendalikan keadaan, petugas melakukan tindakan tegas yang mengakibatkan satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia.

Insiden tersebut memicu kedatangan warga ke lokasi sehingga situasi menjadi tidak terkendali. Dalam kondisi tersebut, personel kepolisian berupaya menyelamatkan diri sekaligus mengamankan lokasi kejadian.

Akibat bentrokan itu, Aipda Yudi Kristian gugur saat menjalankan tugas sebagai anggota Satresnarkoba Polres Katingan. Sementara itu, dua anggota lainnya dilaporkan hilang dan langsung dilakukan pencarian oleh tim gabungan di sekitar lokasi kejadian hingga menyusuri aliran Sungai Katingan.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menyatakan bahwa pihaknya memfokuskan seluruh upaya untuk menemukan kedua personel yang hilang. Sebanyak 50 personel dari Polda Kalimantan Tengah juga diterjunkan guna membantu proses pencarian sekaligus mengamankan lokasi.

Dua hari setelah kejadian, tepatnya Sabtu, 4 Juli 2026, kabar duka kembali datang. Warga menemukan jasad seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan mengapung di Sungai Katingan, wilayah Tumbang Lahang.

Korban kemudian dipastikan merupakan Bripda Nopandri Ramadhana, salah satu anggota yang sebelumnya dilaporkan hilang saat operasi berlangsung. Identifikasi dilakukan berdasarkan ciri-ciri fisik serta tanda pengenal yang melekat pada korban.

Dari informasi awal, jasad korban ditemukan dalam kondisi penuh luka bacok. Jenazah kemudian dievakuasi menuju RS Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur.

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta penyebab pasti kematian Bripda Nopandri Ramadhana. Selain itu, pencarian terhadap satu anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang masih dinyatakan hilang juga terus dilakukan.

Peristiwa ini menjadi salah satu insiden paling tragis dalam operasi pemberantasan narkotika di Kalimantan Tengah, sekaligus menjadi pengingat besarnya risiko yang dihadapi aparat kepolisian dalam menjalankan tugas di lapangan.



Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.

----------

Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗

Video Atau Gambar Dokumentasi :

1. Dokumentasi

2. Dokumentasi 

3. Dokumentasi 

4. Dokumentasi 

5. Dokumentasi 

6. Dokumentasi 

Yang Mau Traktir : 

Bisa Ke SeaBank : 901251998046 

Lebih baru Lebih lama