"Betul bahwa sekitar Pukul 23.00 WIB telah terjadi tindak pidana pembunuhan," kata Rifai, Senin (20/7/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban dan pelaku diketahui saling mengenal. Motif pembunuhan dipicu oleh persoalan utang piutang saat korban mendatangi rumah pelaku untuk menagih uang.
"Korban saat itu datang ke kediaman pelaku untuk menagih utang. Dan saat itu, menurut keterangan saksi, korban meminta uang sebesar 200 ribu," ungkapnya.
Situasi memanas ketika pelaku mengaku tidak memiliki uang tunai. Korban kemudian mendesak pelaku untuk menyerahkan ponselnya agar bisa digadaikan sebagai jaminan. Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh AN hingga memicu cekcok hebat yang berakhir tragis.
Permintaan tersebut memicu cekcok. Seorang saksi bernama Barnas sempat melerai keduanya. Namun, pelaku diduga mengeluarkan pisau dan menusukkannya ke arah korban.
Korban sempat berlari ke arah depan lokasi kejadian. Pelaku yang sempat ditahan saksi akhirnya berhasil melepaskan diri setelah saksi tertimpa sepeda motor, lalu mengejar korban.
Saat saksi kembali mengejar, korban ditemukan sudah tergeletak di jalan dengan kondisi bersimbah darah. Sementara itu, pelaku berhasil diamankan oleh warga sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi.
“Motif sementara diduga dipicu perselisihan terkait permintaan uang. Namun, kami masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk memeriksa saksi-saksi dan melengkapi alat bukti,” ujar Rifai
Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.
----------
Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗
Video Atau Gambar Dokumentasi :
1. Dokumentasi
2. Dokumentasi
Yang Mau Traktir :
Bisa Ke SeaBank : 901251998046
