Bangunan yang saat itu dikenal sebagai Yogya Plaza Klender dipenuhi warga yang masuk ketika aksi penjarahan berlangsung. Tidak lama kemudian, api berkobar. Orang-orang yang masih berada di dalam gedung berusaha mencari jalan keluar, sementara asap tebal memenuhi ruangan.
Peristiwa tersebut menewaskan ratusan orang. Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) mencatat 488 korban meninggal dalam kebakaran Yogya Plaza Klender.
Dari Penjarahan Menjadi Bencana
Kerusuhan di Jakarta pada Mei 1998 terjadi dalam situasi politik dan sosial yang sangat tegang. Yogya Plaza Klender menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang kemudian diserbu massa.
Sejumlah kesaksian menyebut adanya orang-orang yang mengajak warga masuk ke dalam gedung untuk mengambil barang. Situasi semakin tidak terkendali ketika jumlah orang di dalam pusat perbelanjaan semakin banyak.
Laporan TGPF mencatat adanya sejumlah kejanggalan dalam pola penjarahan dan pembakaran di Yogya Plaza. Laporan tersebut menyebut massa berkumpul setelah mendengar kabar bahwa pusat perbelanjaan itu akan dibakar. Perusakan kemudian dilakukan oleh puluhan pemuda yang disebut mengenakan seragam sekolah menengah. Laporan itu juga mencatat adanya puluhan pemuda yang membawa jeriken dan datang menggunakan sebuah truk Fuso sebelum pembakaran terjadi.
Namun, identitas dan pertanggungjawaban hukum pihak yang memerintahkan atau melakukan pembakaran tersebut tidak pernah sepenuhnya terungkap. Karena itu, sejumlah detail mengenai pelaku dan motifnya masih menjadi bagian dari kontroversi sejarah tragedi Mei 1998.
Api Membuat Ratusan Orang Terjebak
Ketika kebakaran terjadi, orang-orang yang berada di dalam gedung berusaha menyelamatkan diri.
Kesaksian yang dikumpulkan setelah kejadian menggambarkan suasana kepanikan. Orang-orang berdesakan mencari tangga dan pintu keluar. Sebagian berusaha memecahkan kaca untuk keluar, sementara beberapa orang nekat melompat dari lantai atas.
Asap dan api yang semakin membesar membuat proses evakuasi menjadi sangat sulit. Laporan mengenai kejadian tersebut juga mencatat bahwa sejumlah korban tidak dapat menyelamatkan diri dari dalam bangunan.
Keesokan harinya, proses pencarian dan evakuasi korban dilakukan. Kondisi sebagian jenazah membuat identifikasi menjadi sangat sulit. Laporan media pada saat itu menyebut puluhan hingga ratusan jasad ditemukan di dalam bangunan yang telah terbakar.
Berapa Jumlah Korbannya?
Angka korban tragedi Yogya Plaza Klender sering muncul dalam beberapa versi.
TGPF mencatat 488 orang meninggal, sementara sejumlah pemberitaan dan catatan lain menggunakan angka yang lebih rendah. Perbedaan tersebut antara lain berkaitan dengan proses pendataan dan identifikasi korban pada situasi pascakerusuhan yang sangat kacau.
Karena itu, angka 488 korban merupakan angka yang penting ketika membahas tragedi ini berdasarkan laporan TGPF, tetapi tidak semua sumber sejarah menggunakan angka yang sama.
Yang pasti, korban bukan sekadar angka. Di antara mereka terdapat warga biasa yang berada di lokasi ketika kerusuhan berlangsung.
Keluarga yang Kehilangan Anggota Keluarga
Bertahun-tahun setelah kejadian, keluarga korban masih membawa luka dari tragedi tersebut.
Sebagian keluarga bahkan menolak anggapan bahwa seluruh orang yang meninggal di dalam Yogya Plaza dapat begitu saja disebut sebagai penjarah. Dalam sejumlah kesaksian, keluarga mengatakan bahwa anggota keluarga mereka berada di kawasan tersebut karena berbagai alasan dan tidak semuanya masuk untuk mengambil barang.
Bagi keluarga korban, persoalannya bukan hanya tentang bagaimana anggota keluarga mereka meninggal, tetapi juga tentang bagaimana tragedi itu terjadi dan mengapa hingga bertahun-tahun kemudian pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut masih menjadi pertanyaan.
Dari Yogya Plaza Menjadi Citra Mall Klender
Waktu kemudian mengubah wajah tempat tersebut.
Bangunan yang dahulu dikenal sebagai Yogya Plaza Klender kini dikenal sebagai Citra Mall Klender. Aktivitas perdagangan kembali berlangsung di lokasi tersebut, sehingga bagi sebagian pengunjung, tempat itu tampak seperti pusat perbelanjaan biasa.
Namun bagi keluarga korban dan warga yang mengalami langsung peristiwa Mei 1998, tempat tersebut memiliki sejarah yang jauh lebih kelam.
Hampir tiga dekade berlalu, tetapi nama Klender tetap menjadi salah satu bagian penting dalam ingatan kolektif mengenai Kerusuhan Mei 1998.
Tragedi yang Belum Selesai dalam Ingatan
Tragedi Yogya Plaza Klender tidak dapat dilepaskan dari rangkaian kekerasan Mei 1998 yang terjadi di Jakarta dan sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Kebakaran tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah situasi kerusuhan dapat berubah menjadi bencana kemanusiaan dalam hitungan menit. Ratusan orang kehilangan nyawa di dalam sebuah gedung yang pada awalnya merupakan tempat masyarakat berbelanja dan mencari hiburan.
Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.
----------
Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗
Video Atau Gambar Dokumentasi :
1. Dokumentasi
2. Dokumentasi
3. Dokumentasi
4. Dokumentasi
Yang Mau Traktir :
Bisa Ke SeaBank : 901251998046
📱 Download APK → untuk notifikasi artikel terbaru otomatis .
💬 Gabung Channel Telegram → sebagai cadangan.
Semua Ane Sediakan Di Menu
