Penembakan di Sekolah Thailand: 14 Tahun Tewaskan 9 Orang, Puluhan Korban Terluka


Menurut laporan Reuters, aksi tersebut menewaskan sedikitnya sembilan orang secara keseluruhan, termasuk pelaku. Korban meninggal terdiri dari dua kakek-nenek pelaku, sejumlah staf sekolah, seorang siswi yang kemudian meninggal akibat luka-lukanya, serta pelaku yang mengakhiri hidupnya sendiri.

Di sekolah, pelaku melepaskan tembakan yang menyebabkan lima orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Reuters melaporkan sebanyak 23 orang mengalami luka dalam serangan tersebut, dengan sejumlah korban sempat berada dalam kondisi kritis.

Penyelidikan awal menunjukkan aksi kekerasan tersebut bermula di sebuah rumah di wilayah Bang Bua Thong. Remaja tersebut diduga menembak kakek dan neneknya sebelum kemudian bergerak menuju sekolah.

Sesampainya di Debsirin Nonthaburi School, ia membawa senjata api dan melepaskan tembakan di lingkungan sekolah.

Polisi kemudian mengepung lokasi. Para siswa berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi di ruang kelas dan mengunci pintu untuk menghindari pelaku.

Kesaksian seorang siswi yang selamat menggambarkan suasana panik ketika para siswa berusaha tetap diam di dalam ruangan. Sebagian siswa berkomunikasi dengan orang tua melalui telepon sambil menunggu situasi dinyatakan aman.

Polisi menyebut remaja tersebut menggunakan senjata milik kakeknya. Reuters melaporkan bahwa pelaku melepaskan sedikitnya 26 tembakan dan polisi menemukan tambahan amunisi di lokasi.

Fakta mengenai bagaimana seorang anak berusia 14 tahun dapat mengakses senjata tersebut kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan.

Pihak berwenang juga tengah menyelidiki kondisi pelaku dan faktor yang mungkin mendorong tindakannya.

Pernah Membawa Senjata ke Sekolah

Dalam perkembangan penyelidikan berikutnya, polisi mengatakan remaja tersebut sebelumnya pernah memiliki senjata jenis air gun yang disita seorang guru pada tahun sebelumnya.

Polisi juga menyebut pelaku diketahui menonton konten kekerasan di internet. Namun, informasi tersebut masih merupakan bagian dari penyelidikan dan tidak dengan sendirinya membuktikan motif penembakan.

Reuters sebelumnya melaporkan adanya dugaan tekanan yang berkaitan dengan masalah akademik serta riwayat persoalan kesehatan mental pada remaja tersebut.

Penembakan tersebut kembali memicu perdebatan mengenai kepemilikan dan akses terhadap senjata api di Thailand.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan pemerintah akan memperketat pengawasan senjata api serta meningkatkan keamanan di sekolah.

Langkah yang dibahas mencakup peningkatan pemeriksaan keamanan, penggunaan detektor logam, pemeriksaan kesehatan mental, latihan keadaan darurat, dan peningkatan kemampuan mendeteksi senjata.

Serangan di Debsirin Nonthaburi School menjadi salah satu penembakan massal paling mematikan di Thailand dalam beberapa tahun terakhir dan kembali menimbulkan kekhawatiran mengenai akses anak-anak terhadap senjata api.

Catatan: Nama sekolah yang menjadi lokasi kejadian adalah Debsirin Nonthaburi School, di Provinsi Nonthaburi dekat Bangkok. Sekolah ini berbeda dengan Debsirin School yang berada di Bangkok

Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.

----------

Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗

Video Atau Gambar Dokumentasi :

1. Dokumentasi

2. Dokumentasi 

3. Dokumentasi 

4. Dokumentasi 

5. Dokumentasi 

Yang Mau Traktir : 

Bisa Ke SeaBank : 901251998046 

Simpan sebagai cadangan! Follow Saluran WhatsApp : Ada Di Menu

Lebih baru Lebih lama