Komandan Pos SAR Tulang Bawang, Feriansyah Putra, mengatakan korban ditemukan saat tim melakukan penyisiran pada hari kedua operasi pencarian.
"Hari kedua pencarian dimulai pukul 07.00 WIB dengan briefing dan koordinasi seluruh unsur SAR gabungan. Setengah jam kemudian, tim bergerak melakukan penyisiran sesuai rencana operasi," kata Feri, Jumat (11/9/2026).
Menurut Feri, pencarian pada hari kedua diperluas ke arah muara dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Upaya tersebut akhirnya menemukan titik terang sekitar pukul 10.00 WIB.
"Sekitar pukul 10.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak kurang lebih 4,5 kilometer dari lokasi korban diduga terjatuh," ujar Feri.
Feri mengatakan, proses pencarian tidak mudah. Lebar Sungai Mesuji yang mencapai sekitar 70 meter membuat area penyisiran cukup luas.
Selain itu, komunikasi antarpetugas juga terkendala jaringan telekomunikasi yang tidak stabil. Tim juga tidak memiliki saksi yang melihat langsung saat korban diduga terjatuh dari kapal.
"Meski terdapat sejumlah kendala, Tim SAR Gabungan terus memperluas penyisiran dengan mengoptimalkan personel dan peralatan yang tersedia," katanya.
Risky sebelumnya dilaporkan hilang ketika berada di kapal LTT Agro Permai yang berlayar dari Dermaga 129 Sungai Mesuji menuju Dermaga KNJ di Desa Gajah Mati pada Rabu (9/9/2026) malam.
Kapal tersebut tengah melakukan pengawalan terhadap kapal pengangkut kelapa sawit. Risky terakhir diketahui masih berkomunikasi dengan rekannya di darat sekitar pukul 23.40 WIB.
Namun, menjelang pergantian siaga pada Kamis pagi, kru kapal menyadari Risky sudah tidak berada di atas kapal. Pencarian di sekitar kapal tidak menemukan korban.
Nakhoda kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Lampung pada Kamis sekitar pukul 08.40 WIB. Tim SAR Gabungan mulai melakukan pencarian pada Kamis sore.
Penyisiran hari pertama sejauh sekitar dua kilometer belum menemukan korban sehingga pencarian dilanjutkan pada Jumat dengan memperluas area ke arah muara.
Operasi melibatkan Pos SAR Tulang Bawang, Polres Mesuji, TNI AL, Satpolairud OKI, BPBD Mesuji, kepolisian setempat, kru kapal, dan masyarakat.
Peralatan yang digunakan antara lain perahu karet bermotor, Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), peralatan selam, serta perlengkapan pendukung pencarian. Dengan ditemukannya Risky, operasi pencarian resmi dihentikan.
"Dengan ditemukannya korban, seluruh rangkaian operasi SAR dihentikan dan dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing," kata Feri.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian," tuturnya.
Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.
----------
Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗
Video Atau Gambar Dokumentasi :
1. Dokumentasi
2. Dokumentasi
3. Dokumentasi
Yang Mau Traktir :
Bisa Ke SeaBank : 901251998046
📱 Download APK → untuk notifikasi artikel terbaru otomatis .
💬 Gabung Channel Telegram → sebagai cadangan.
Semua Ane Sediakan Di Menu

