Nelayan Asal Sinjai Tewas Diduga Dikeroyok di Lombok, Sempat Kritis Selama Enam Hari


Rombongan tersebut diketahui berangkat dari Sinjai menuju Lombok sejak Juni 2026.

Setelah hasil tangkapan dibongkar di TPI, Muslimin bersama para ABK lainnya kembali ke kapal untuk mengambil es. Namun, di lokasi tersebut, Muslimin diduga terlibat dalam sebuah kejadian yang kemudian berujung pada pengeroyokan.

Keluarga korban, Iwan, mengaku belum mengetahui secara pasti motif di balik peristiwa tersebut.

“Kalau motifnya kami keluarga belum tahu kenapa dikeroyok,” kata Iwan saat ditemui di salah satu kedai kopi di Jalan Tondong, Sinjai, Minggu (6/9/2026).

Menurut Iwan, Muslimin diduga dikeroyok oleh puluhan orang yang berada di lokasi kejadian.

“Usai dikeroyok, tangan Muslimin diikat menggunakan tali rafia,” ujarnya.

Setelah kejadian, Muslimin kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Lombok untuk mendapatkan perawatan medis. Korban mengalami luka parah, terutama pada bagian kepala, dan sempat menjalani operasi.

“Muslimin mengalami luka parah pada bagian kepala dan sempat menjalani operasi,” kata Iwan.

Namun, setelah menjalani perawatan selama sekitar enam hari, kondisi Muslimin tak kunjung membaik. Ia akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (5/9/2026).

“Korban tidak pernah sadar saat di rumah sakit sampai meninggal dunia,” ujarnya.

Muslimin diketahui meninggalkan dua orang anak. Anak pertama saat ini duduk di kelas 1 sekolah dasar (SD), sedangkan anak keduanya masih duduk di taman kanak-kanak (TK).

Sementara itu, praktisi hukum sekaligus advokat asal Sinjai, Subhan, mengutuk keras dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan Muslimin meninggal dunia.

Ia menegaskan, apa pun alasan yang melatarbelakangi peristiwa tersebut, tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum.

Subhan meminta aparat penegak hukum di wilayah Lombok Timur segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan.

“Negara dan undang-undang tidak memberikan ruang dan tidak membenarkan adanya tindakan main hakim sendiri terhadap seseorang yang diduga melakukan suatu kejahatan,” tegasnya.

Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.

----------

Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗

Video Atau Gambar Dokumentasi :

1. Dokumentasi

2. Dokumentasi 

Yang Mau Traktir : 

Bisa Ke SeaBank : 901251998046 

📱 Download APK → untuk notifikasi artikel terbaru otomatis . 

💬 Gabung Channel Telegram → sebagai cadangan.

Semua Ane Sediakan Di Menu 

Lebih baru Lebih lama