Laka Beruntun di Ngawi, 1 Pelajar Tewas, 6 Lainnya Luka-luka


Sementara itu, enam korban lainnya langsung dievakuasi ke Puskesmas Kedunggalar. Lima di antaranya kemudian dirujuk ke Rumah Sakit At-Tin Husada Ngawi menggunakan beberapa ambulans karena mengalami luka cukup serius, terutama patah tulang pada lengan dan kaki.

Tiga orang merupakan siswa salah satu SMK di Kedunggalar.

Dua orang merupakan siswa salah satu SMP di Kedunggalar.

Satu korban lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Kedunggalar

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 WIB. Rekaman video warga yang beredar memperlihatkan kondisi sesaat setelah kecelakaan. Sejumlah pelajar tampak tergeletak di badan jalan, sementara warga sekitar berupaya memberikan pertolongan sebelum petugas datang ke lokasi.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan bermula ketika tiga sepeda motor yang ditumpangi rombongan siswa SMK melaju dari arah Jogorogo menuju Kedunggalar setelah mengikuti kegiatan MPLS di sekolah.

Saat melintas di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai SA dengan membonceng seorang rekannya, yang berada di posisi paling belakang rombongan, diduga mengambil jalur ke kanan untuk mendahului dua sepeda motor di depannya.

Namun, manuver tersebut diduga dilakukan tanpa memperhatikan arus kendaraan dari arah berlawanan. Akibatnya, motor yang dikendarai SA bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai RD (12), siswa SMP, yang saat itu membonceng YG (13). Keduanya merupakan warga Kecamatan Kedunggalar.

Benturan keras itu kemudian memicu tabrakan beruntun karena dua sepeda motor lain yang berada di belakang rombongan tidak sempat menghindar.

Petugas Public Safety Center (PSC) Kabupaten Ngawi yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban.

Petugas PSC Kabupaten Ngawi, Agus Wijatmoko, mengatakan timnya langsung memberikan pertolongan kepada seluruh korban di lokasi kejadian.

"Kami datang, kami berikan pertolongan pertama. Tiga korban di antaranya langsung kita evakuasi. Total ada tujuh korban, satu tewas di lokasi," ujar Agus Wijatmoko.

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi IPTU Agus Harianto menjelaskan, hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan bahwa sepeda motor korban mengambil haluan terlalu ke kanan hingga memasuki jalur lawan.

"Motor yang terlibat ada empat sepeda motor. Korban ada tujuh siswa, satu di antaranya meninggal dunia," kata IPTU Agus Harianto.

Usai olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan keempat sepeda motor yang terlibat ke Kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara bagi pelajar, terutama pada awal tahun ajaran baru. Banyak siswa masih menggunakan sepeda motor meski belum memenuhi syarat usia maupun belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), sehingga berisiko tinggi mengalami kecelakaan di jalan raya.

Satlantas Polres Ngawi mengimbau para orang tua agar tidak memberikan izin kepada anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor di jalan umum. 

Selain meningkatkan pengawasan, orang tua juga diharapkan memilih moda transportasi yang lebih aman bagi putra-putrinya saat berangkat maupun pulang sekolah.


Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.

----------

Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗

Video Atau Gambar Dokumentasi :

1. Dokumentasi

2. Dokumentasi 

Yang Mau Traktir : 

Bisa Ke SeaBank : 901251998046 

Lebih baru Lebih lama