Lokasinya berada di belakang salah satu warung kopi, masuk ke area hutan.
Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah membusuk. Sempat dikira tanpa kepala dikarenakan Tubuh dan bagian kepala ditemukan terpisah dengan jarak kurang lebih 15 meter. Korban mengenakan jaket hoodie hitam dan celana jins biru. Tidak ditemukan tanda pengenal di lokasi.
Kanit Reskrim Polsek Sebangau, Aiptu Tri Mei Prasetyo, membenarkan penemuan tersebut. Pihaknya menduga korban telah meninggal cukup lama melihat kondisi jenazah.
“Kami menelusuri penyebabnya, juga mencari pihak keluarganya. Saat ditemukan, tidak ada tanda pengenal di mayat tersebut,” kata Aiptu Tri Mei.
Penyebab kematian serta terpisahnya tubuh dan kepala masih dalam penyelidikan. Beredar dugaan di masyarakat bahwa kondisi tersebut terkait keberadaan biawak besar di sekitar lokasi. Polisi belum dapat mengonfirmasi dugaan ini.
Evakuasi dilakukan tim gabungan relawan Emergency Response Palangkaraya (ERP), Emergency Fatmawati, dan Ambulans 52. Kabag Ops ERP, Yustinus Exaudi, membenarkan pihaknya mengevakuasi jenazah dalam kondisi mulai membusuk.
Jenazah saat ini berada di Ruang Jenazah RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya untuk proses visum. Hingga Selasa pukul 17.00 WIB, belum ada pihak keluarga yang datang. Petugas Inafis dari kepolisian juga terlihat di lokasi.
Polsek Sebangau masih melakukan penyelidikan. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kematian maupun identitas korban. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut diimbau segera melapor ke Polsek Sebangau atau RSUD Doris Sylvanus.
Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.
----------
Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗
Video Atau Gambar Dokumentasi :
1. Dokumentasi
2. Dokumentasi
3. Dokumentasi
Yang Mau Traktir :
Bisa Ke SeaBank : 901251998046
