Kedua korban pertama kali ditemukan Tim SAR Gabungan pada Selasa (4/8), sekitar pukul 12.30 WIB
Pengurus Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Jawa Timur, Chuk SW, mengatakan keputusan menunda proses evakuasi pada Selasa sore diambil demi keselamatan personel yang berada dilokasi
"Kemarin pertama ditemukan jam 12.30 oleh Tim SAR Gabungan. Setelah dipacking dan dibungkus, selesai sekitar jam 16.00 WIB. Karena medan berkabut tebal dan jarak pandang terbatas, evakuasi akhirnya ditunda dan dilanjutkan pagi ini," ujar Chuk
Chuk mengungkapkan, kedua korban ditemukan di kedalaman jurang yang berbeda dari bibir tebing atau tubir Punggung Naga
Jenazah M ditemukan tersangkut di kedalaman sekitar 90 meter dari tubir jurang. Sementara jenazah E berada sekitar 70 meter di bawah bibir jurang
Tim SAR Gabungan mulai bergerak dari basecamp menuju lokasi kejadian sekitar pukul 06.30 WIB untuk melanjutkan proses evakuasi. Perjalanan dari basecamp menuju titik jatuhnya korban membutuhkan waktu sekitar tiga jam
Setelah tiba di lokasi, proses penarikan jenazah dari dasar jurang menuju atas tubir diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama karena medan yang terjal dan ekstrem
"Dari tubir ke titik survivor ditemukan itu prosesnya yang memakan waktu paling lama. Setelah itu baru proses turun ke basecamp. Gambarannya, jalan sendiri saja di Punggung Naga itu sudah susah, apalagi harus membawa dua korban," jelas Chuk
Ia menegaskan, kedua jenazah telah selesai dibungkus atau dipacking sejak Selasa sore. Sehingga, fokus Tim SAR pada Rabu pagi adalah mengangkat kedua korban ke jalur setapak sebelum kemudian diturunkan menuju posko utama
Berdasarkan pengamatan personel di lapangan, kedua korban diduga melakukan pendakian dengan perlengkapan yang sangat minim
Padahal, Gunung Piramid dikenal memiliki karakter medan yang terjal dan ekstrem sehingga membutuhkan strategi serta peralatan keselamatan khusus
"Melihat di awal posko pendakian, perlengkapan mereka terlihat sangat minim Saat kami tanya ke beberapa warga sekitar, mereka berdua memang tidak membawa perlengkapan teknis apa-apa," kata Chuk
Chuk juga membeberkan dugaan kronologi jatuhnya kedua korban. Saat melintasi jalur Punggung Naga yang sempit dan curam, keduanya diduga saling berpegangan
Ketika salah satu korban tergelincir, korban lainnya diduga ikut tertarik hingga keduanya terjatuh secara bersamaan ke dalam jurang
Chuk juga menyayangkan keberadaan pemandu lokal yang mendampingi korban. Menurut catatan APGI, pemandu tersebut diduga belum mengantongi sertifikasi resmi sebagai pemandu gunung
"Salah satu pendaki mungkin punya pengalaman, tapi setiap gunung punya karakteristik masing-masing. Gunung lain mungkin bisa didaki dengan berjalan biasa, tapi Gunung Piramid butuh alat teknis pengaman," tegasnya
APGI, kata Chuk, selalu mengimbau agar kegiatan pemanduan gunung dilakukan oleh tenaga ahli yang tersertifikasi serta memahami standar operasional prosedur keselamatan dan perlengkapan yang wajib disiapkan
Insiden ini menambah daftar kecelakaan pendakian di Gunung Piramid
Berdasarkan catatan APGI, sejak 2019 hingga 2026 telah terjadi tiga kasus kecelakaan fatal di kawasan tersebut yang mengakibatkan total empat orang meninggal dunia
Padahal, Perhutani selaku pengelola kawasan bersama pemerintah daerah setempat telah mengeluarkan larangan bagi masyarakat untuk mendaki Gunung Piramid demi menghindari kecelakaan
Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.
----------
Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗
Video Atau Gambar Dokumentasi :
1. Dokumentasi
2. Dokumentasi
3. Dokumentasi
4. Dokumentasi
5. Dokumentasi
Yang Mau Traktir :
Bisa Ke SeaBank : 901251998046
Simpan sebagai cadangan! Follow Saluran WhatsApp : Ada Di Menu


