Perampokan Pulomas 2016: 11 Orang Disekap di Kamar Mandi, 6 Korban Tewas


Disekap dalam Ruangan Sempit

Para korban ditemukan berada dalam satu kamar mandi yang ukurannya hanya sekitar 1,5 x 1,5 meter. Pintu kamar tersebut dikunci dari luar sehingga para korban tidak dapat keluar.

Menurut laporan polisi yang dikutip ANTARA, enam korban diduga meninggal akibat kehabisan napas. Namun, pada tahap awal penyelidikan, polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian mereka.

Peristiwa tersebut diduga bermula pada Senin sore, 26 Desember 2016. Sebelas orang berada di rumah tersebut ketika para pelaku datang dan melakukan penyekapan.

Mereka baru ditemukan pada Selasa pagi setelah seorang saksi melaporkan dugaan perampokan kepada petugas di Pos Polisi Kayuputih. Polisi kemudian mendatangi rumah tersebut dan menemukan para korban di dalam kamar mandi.

Enam Orang Kehilangan Nyawa

Enam korban yang meninggal dunia adalah Dodi Triono (59), dua putrinya Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9), seorang tamu bernama Amel, serta dua sopir keluarga, Yanto dan Tasrok (40).

Sementara lima orang yang berhasil bertahan hidup adalah Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy (23). Mereka ditemukan dalam kondisi lemas dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Kesaksian mengenai kondisi para korban menggambarkan betapa berat situasi yang mereka alami. Ruangan yang sangat sempit membuat para korban harus bertahan selama berjam-jam dalam kondisi penuh sesak sebelum akhirnya ditemukan.

Polisi Mengejar Para Pelaku

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi serta rekaman CCTV, polisi bergerak mengejar para pelaku.

Sehari setelah kejadian, aparat gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur berhasil menangkap dua orang yang diduga terlibat. Keduanya ditangkap di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Dalam proses penangkapan, salah satu tersangka melakukan perlawanan dan akhirnya meninggal dunia setelah terkena tembakan polisi. Kapolri saat itu menyebut pelaku tersebut sebagai Ramlan Butarbutar.

Polisi kemudian terus memburu pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Motif Masih Diselidiki

Pada awal pengungkapan kasus, polisi belum langsung memastikan motif sebenarnya. Penyidik masih mendalami apakah peristiwa tersebut murni merupakan aksi perampokan atau terdapat motif lain.

Pemeriksaan terhadap korban yang selamat juga dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan psikologis mereka. Polisi turut mengumpulkan berbagai bukti dari lokasi kejadian, termasuk rekaman CCTV.

Kasus Pulomas kemudian menjadi salah satu kasus kriminal yang paling menyita perhatian masyarakat pada penghujung 2016. Sebelas orang disekap dalam satu ruangan yang sangat sempit, dan enam di antaranya tidak berhasil bertahan hidup.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi pengingat akan bahaya kejahatan penyekapan dan kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan permukiman.

Dokumentasi disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi keselamatan.

----------

Ketika klik dokumentasi mengarah ke situs lain atau menampilkan iklan, tekan kembali (back) lalu klik ulang dokumentasinya ❗❗❗

Video Atau Gambar Dokumentasi :

1. Dokumentasi

2. Dokumentasi 

3. Dokumentasi 

4. Dokumentasi 

5. Dokumentasi 

6. Dokumentasi 

7. Dokumentasi 

8. Dokumentasi 

9. Dokumentasi 

10. Dokumentasi 

11. Dokumentasi 

12. Dokumentasi 

13. Dokumentasi 

14. Dokumentasi 

15. Dokumentasi 

16. Dokumentasi 

Yang Mau Traktir : 

Bisa Ke SeaBank : 901251998046 

📱 Download APK → untuk notifikasi artikel terbaru otomatis . 

💬 Gabung Channel WhatsApp → sebagai cadangan.

Semua Ane Sediakan

 Di Menu 

Lebih baru Lebih lama